Sebagai manusia, kita harus tahu bahwa yang paling berharga di dunia ini adalah iman. Pemeliharaan mutu iman mesti kita utamakan, di samping menjaga dan merawat yang lainnya. Karena, apapun di dunia ini tak bernilai jika tidak diiringi keimanan yang tinggi.
Setelah itu, yang paling berharga bagi kita sebagai makhluk hidup adalah waktu. Jarang kita merasakan bahwa waktu adalah yang paling berharga sehingga terkadang membiarkannya terhambur sia-sia. Tanpa merasa berdosa kita mengisinya dengan bersantai-santai, berbicara sia-sia, berjalan sia-sia, memboroskannya dengan sia-sia. Kita membiarkannya berlalu. Semestinya kita mengerti bahwa modal yang kita punyai setelah iman adalah waktu.
Untuk menjadi orang yang efektif dalam mengatur waktu, kita harus adil dalam membaginya. Ada hak untuk belajar, hak membantu orang tua, hak untuk beribadah, hak untuk peningkatan kemampuan diri, hak untuk melakukan evaluasi, hak untuk beristirahat, hak untuk melakukan rekreasi. Semua harus dibagi secara adil. Kunci efektivitas waktu ialah bila kita selesai menuntaskan suatu urusan, segera bersiap untuk mengerjakan urusan lainnya.
Mari kita jadikan setiap detik begitu berarti sehingga cukup menjadi sarana untuk memacu peningkatan kualitas dan pemahaman terhadap kebenaran. Untuk efektif menggunakan waktu; pertama, petakan dulu potensi dan masalah yang akan dikerjakan. Berdasarkan itu, buat perencanaan kerja. Setelah itu, jalankan rencana itu penuh kedisiplinan.
Beberapa kiat praktis manajemen waktu:
Biasakan tertib dan teratur
- Tahu dan taat aturan
- Tertib mengambil dan menyimpan
- Selalu rapih dan bersih
- Segalanya mudah dikenal
- Lalu lintas lancar
Jangan pernah menganggap remeh pelanggaran sekecil apapun, karena selain kita akan terbiasa dalam keburukan, juga beresiko menerima sanksi yang akan merugikan. Kebiasaan berantakan, kotor, tidak rapih dan tidak teratur adalah kebiasaan memalukan yang menunjukan perilaku tidak profesional dan merupakan kunci pemborosan waktu dan membuat suasana hati pun menjadi runyam. Tidak boleh kehilangan waktu sedikitpun hanya karena lupa atau sulit mencarinya.
Selalu terencana
- Harus ada target
- Rencana cadangan
- Disiplin dalam rencana
- Program harus adil
Pelajari teknik membuat rencana dan buatlah rencana yang matang dan teruji. Program atau rencana kita, dalam bentuk harian, bulanan atau jangka panjang harus rasional dari segi ukuran waktu dan target. Sehebat apapun program kita, tidak akan ada artinya andai kata kita tidak berdisiplin dalam melaksanakannya. Jangan tergiur oleh kegiatan, kesenangan spontan, hal-hal mendadak yang tidak sesuai rencana dan jangan terlena oleh malas atau lalai yang mencelakakan.
Biasa dengan data dan informasi yang akurat
- Selalu jelas dan akurat
- Bukan tahu tapi paham
Jangan pernah puas dengan data selewat dan ala kadarnya. Kita harus mengejar sampai dapat diyakini kebenaran dan keakuratannya. Kita tidak boleh mengambil keputusan karena kesalahan informasi yang didapat.
Sedia peralatan dan perlengkapan memadai
- Belilah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan
- Awali tahu aturan pakai
- Pergunakan oleh ahlinya
- Ready to Combat (siap pakai kembali)
- Siapkan cadangan
- Rawat secara berkala
Memiliki alat adalah melaksanakan separuh pekerjaan; karena "alat adalah penyelesai masalah, bukan penambah masalah". Jangan sekali-kali membeli barang hanya karena senang belaka; makin menyukai barang makin melemah daya nalar perhitungan dan semakin membara keinginan kita untuk memilikinya. Jangan pernah membiarkan orang yang bukan ahlinya mempergunakan sesuatu alat, karena selain tidak akan memperoleh hasil yang baik, juga berpeluang besar menambah masalah dan kerusakan. Untuk mengantisipasi keadaan darurat, kita harus memiliki perlengkapan atau peralatan cadangan, terutama untuk jenis-jenis yang sangat penting, sehingga tidak kehilangan waktu, pekerjaan,dan lainnya.
Jangan menunda dan mengulur waktu
Jangan merasa untung dengan bermalas-malas, senang mengulur waktu dan menunda-nunda pekerjaan. Terlalu besar resiko yang akan dipikul dan sangat tidak sebanding dengan kesenangan sesaat yang didapat.
Selalu tepat waktu
Do it now! Wajib kita melaksanakan segala sesuatu dengan tepat waktu sesuai rencana atau kesepakatan. Jangan pernah rela sedetik pun meleset. Kita harus merasa nikmat mengerjakan segala sesuatu tepat pada waktunya.
Biar cepat dan ringkas asal selamat
- Buat standar waktu
- Berlatih agar gesit dan tangkas
Kita harus awali dengan membuat standar waktu yang dibutuhkan dengan layak dan wajar, sehingga setiap keterlambatan yang tidak perlu dapat diketahui, disadari dan dianggap sebagai kerugiaan.
Biasakan check and recheck
- Buatlah cheklist
- Recheck
Kata-kata "wah lupa", "aduh tertinggal" dan sejenisnya ialah kata-kata yang harus berlalu dan kita golongkan sebagai kata-kata memalukan yang menandakan manajemen pribadi yang masih buruk.
Kiat praktis mengatur waktu intinya dikendalikan oleh diri sendiri. Ketika berimajinasi berpijaklah atas keadaan dan kenyataan yang ada. Buatlah susunan pemikiran yang jelas ujung pangkalnya dan bisa disusun menjadi sebuah rencana yang bisa diwujudkan, insya Allah kita tak akan merugi. (IH)
Sumber:
Abdullah Gymnastiar, Demi Masa: Menggenggam Waktu, Meraih Keunggulan Diri, Bandung, MQ Publishing, 2004.